Posted on Juni 17, 2007 by eurekamal
3. Mengapa Dzat Tuhan tidak Dapat Diketahui?
Poin utama dalam masalah nir-batasnya Dzat Allah dan terbatasnya akal adalah ilmu dan pengetahuan kita sebagai manusia. Dia adalah wujud mutlak dari segala dimensi. Dzat-Nya, seperti ilmu, kuasa dan seluruh sifat-sifat-Nya, adalah tak terbatas. Dari sisi lain, kita dan seluruh yang bertalian dengan keberadaan kita, seperti ilmu, kuasa, hidup, [...]
DIarsipkan di bawah: Wacana Teologis | Leave a Comment »
Posted on Juni 17, 2007 by eurekamal
Ilahi, Arifan Miguyand Arrifni Nafsak, wa in Jahil Miguyad Arrifni Nafsi
Tuhanku, Para Urafa berkata kenalkan diri-Mu kepadaku, Si Jahil ini berkata kenalkan diriku kepadaku.
(Ilahi Name, Hasan Zadeh Amuli)
DIarsipkan di bawah: Seberkas Hikmah | Leave a Comment »
Posted on Juni 17, 2007 by eurekamal
Ilahi, Khudam ra Nasyenakhtam Ta Tura Besynasam..
Tuhanku, Kutak mengenal diriku hinggga Aku Mengenalmu
(Ilahi Name, Hasan Zadeh Amuli)
DIarsipkan di bawah: Seberkas Hikmah | Leave a Comment »
Posted on Juni 17, 2007 by eurekamal
1. Mengapa kita perlu membahas masalah ma’rifatullah?
Tidak akan ada gerak tanpa motivasi. Tentu saja upaya untuk mengetahui masalah asal-usul keberadaan semesta juga tidak dapat terlaksana tanpa motivasi dan dorongan. Para filsuf dan ilmuwan menyebutkan tiga faktor fundamental dalam rangka mengenal Tuhan. Faktor tersebut senada dengan apa disinggung secara jelas oleh al-Qur’an, antara lain: a. [...]
DIarsipkan di bawah: Wacana Teologis | Leave a Comment »