Memetik Teladan dari Kehidupan Suci Imam Ali ar-Ridha [2]

SIRAH

Pelayan yang Tak Tahu Menaruh Hormat

Khalifah yang memerintah pada masa Imam Kedelapan kita, Imam Ali ar-Rida As adalah seorang yang bernama Makmun. Ketika ia naik takhta khilafah, ia menghendaki pertolongan Syiah untuk bertempur melawan saudaranya Amin.Untuk mendapatkan pertolongan Syiah, ia berpura-pura menghormati Imam Ali ar-Rida As sehingga para pengikut Imam (Syiah) akan merasa bahagia. Bahkan, Makmun mengumumkan bahwa Imam Ridalah yang akan menjadi pewaris khilafah.Manakala perdana menteri dan anggota keluarganya mendengar hal ini, mereka sangat marah dan cemburu.Mereka tidak tahu bahwa khalifah tidak bermaksud menjadikan Imam Ali ar-Rida As sebagai pewarisnya segera setelah dia wafat. Ia hanya menantikan hingga kekuasaannya cukup kuat dan kemudian berencana untuk menghabisi Imam Ali ar-Rida As.Karena Imam Rida As telah hijrah dari Madinah ke
Baghdad, ia sering berkunjung ke istana khalifah. Sudah merupakan kebiasaan umum para pelayan istana mengangkat tirai sehingga para tamu istimewa dapat memasuki ruang istana.
Suatu hari, para pelayan istana diperintahkan oleh menteri-menteri lain untuk tidak menghormati Imam Rida dengan cara demikian. Sehingga, untuk menunjukkan kepada Imam Rida As bahwa mereka tidak menaruh hormat kepadanya, para pelayan memutuskan bahwa tatkala ia masuk ke ruang istana mereka tidak akan membukakan pintu untuknya, atau mengangkat tirai bagi Imam Rida As untuk lewat.Hari itu, tatkala Imam Ali ar-Rida As memasuki ruang istana, berhembuslah angin yang cukup kencang yang membuat tirai istana terbuka sehingga Imam Rida As dapat memasuki ruang istana. Ketika ia ingin meninggalkan istana, sekali lagi, angina berhembus kencang yang membuat tirai istana tersingkap lebar. Keajaiban ini terjadi berulang kali selama beberapa hari.Pada akhirnya, para pelayan menjadi sangat takut dan merasa malu atas perlakuan buruk mereka pada awalnya. Sekali lagi, mereka memuliai tugas mereka kembali membukakan pintu-pintu dan tirai-tirai untuk dilewati oleh Imam Ali ar-Rida As.

Sumber Rujukan:

Syablakhi, Nur al-Absar, hal. 143

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: