Memetik Teladan dari Kehidupan Suci Imam Ali ar-Ridha As [3]

SIRAH  Imam Zamim 

Imam Kedelapan kita, Imam Ali al-Rida juga dikenal sebagai Imam Zamim As. Zamim merupakan kata yang bermakna yang menyediakan keamanan.Terkadang, tatkala kita mengadakan perjalanan, orang tua kita membawa beberapa jumlah uang dan menaruhnya dalam pakaian dan mengikatkannya pada lengan kita bagian atas. Kita menyebut perbuatan ini sebagai, Zamim.
Kebiasaan ini pertama kali bermula pada masa Imam Ali ar-Rida As, tatkala khalifah Ma’mun membuat koin dengan nama Imam terukir di dalamnya.Kaum Syiah, yang sangat mencintai Imam Ali ar-Rida As, menyimpan koin-koin ini ketika mereka mengadakan perjalanan atau safar atau ketika mereka jatuh sakit.Mereka percaya bahwa dengan berkah nama Imam Ali ar-Rida As, mereka akan kembali ke rumah mereka masing-masing dengan selamat atau segera mendapatkan kesembuhan.Bahkan setelah tidak terdapat lagi nama Imam Rida As di dalam koin tersebut, orang-orang Syiah yang datang kemudian (setelah masa Imamah Imam Rida As) tetap melanjutkan kebiasaan ini dan bersedekah atas nama Imam Rida As.Imam Ali ar-Rida As, sebagaimana para Imam yang lain terkadang menunjukkan kemampuannya bercakap dalam banyak bahasa. Tatkala orang-orang asing datang berkunjung dan bersua dengan Imam Ali ar-Rida As, ia berbicara kepada mereka dalam bahasa mereka dengan mudah dan fasih. Mereka sangat terkesan dan banyak dari mereka yang siap menjadi pengikut Imam Ali ar-Rida As, lantaran mereka sadar bahwa Imam Rida As memiliki anugerah khusus dari Allah Swt.Imam Rida As dapat mengerti bahasa binatang, persis seperti Nabi Sulaiman As.Suatu hari tatkala Imam berjalan keluar, ia berpapasan dengan seorang pemburu yang nyaris membunuh seekor kijang. Si kijang berusaha untuk kabur dan tatkala ia melihat Imam Rida As, ia berkata sesuatu kepada sang Imam.Imam Rida As meminta si pemburu untuk membiarkan supaya si kijang pergi dan memberikan makan terhadap anaknya yang sangat kelaparan. Imam Rida As berkata kepada si pemburu bahwa segera setelah si kijang memberikan makan terhadap anaknya yang masih bayi itu, ia akan kembali. Si pemburu membiarkan si kijang pergi lantaran Imam Rida As telah memintanya untuk melakukan hal itu, akan tetapi si pemburu tidak yakin bahwa si kijang akan kembali.Imam Ali ar-Rida As menanti bersama si pemburu hingga si kijang kembali.Si pemburu sangat kaget akhirnya ia membebaskan si kijang pergi 

Sumber Rujukan:Majlisi, Biharul Anwar, bag. Keutamaan Imam Ali ar-Rida As.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: