Putri Cahaya

343.jpg

Putri Cahaya

Fatimah, putri satu-satunya Nabi Saw lahir di Makkah pada tanggal 20 Jumadits Tsani 18 H.Puan terhormat dan mulia Khadijah dan Rasulullah Saw mencurahkan kasih, perhatian dan cinta mereka kepada anak tunggal mereka Fatimah, yang sangat kasih kepada ayahnya. Putri Ahlulbait Nabi, merupakan seorang gadis yang rajin, pandai dan periang. Nasihat, puisi dan khutbahnya menunjukkan keteguhan dan ketegaran pribadi dan kemuliaan pribadinya.Karena keutamannya ia mendapatkan gelar “az-Zahra”, Fatimah adalah seorang gadis yang jangkung, ramping dan cantik rupawan, sehingga ia dipanggil “az-Zahra” (Putri Cahaya). Dia dipanggil az-Zahra karena cahayanya menerangi penduduk surga. Setelah tiba di Madinah, ia menikah dengan ‘Ali pada tahun pertama Hijrah, dan buah dari perkawinan ini, Fatimah dikaruniai tiga orang putra dan dua orang putri. Putranya Hasan, Husain, (Muhsin), Zainab dan Ummu Kultsum yang terkenal akan ketakwaan mereka, kebaikan dan pengasihnya. Keteguhan pribadi dan sikap mereka telah merubah perjalanan sejarah umat manusia.Nabi Saw bersabda: “Fatimah adalah buah hatiku”. Bilamana Fatimah datang menjenguk Nabi Saw di kediaman ia, Nabi selalu datang menyambut Fatimah. Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke masjid, Nabi Saw melewati kediaman Fatimah dan berkata: “Assalâmu Alaikum Ya Ahla Baiti Nubuwwah wa Ma’dânir Risâlah” Salam bagimu wahai Ahlal Bait Nabi dan Sumber risalah.Fatimah terkenal dan diakui sebagai “Sayyidatun Nisa’il ‘Alamin” (Penghulu seluruh wanita di alam semesta) karena kenabian Muhammad Saw tidak akan bertahan tanpa keberadaan Fatimah. Nabi merupakan teladan sempurna bagi pria, tapi tidak untuk wanita. Karena seluruh ayat-ayat diturunkan di dalam al-Qur’an untuk wanita, Fatimah adalah teladan sempurna, yang menerjemahkan ayat-ayat tersebut dalam bentuk perbuatan. Pada masa hidupnya, ia merupakan wanita paripurna, sebagai seorang putri, istri dan ibu pada saat  yang sama.Muhammad selama masa hidupnya, memberikan kepada Fatimah sebuah hadiah berupa tanah ladang pertanian, yang dikenal sebagai tanah Fadak, yang tercatat atas namanya. Tanah ini adalah murni milik Fatimah.Seorang pewaris terhadap kekayaan ibunya; seorang putri yang merupakan putri tunggal Rasulullah Saw yang adalah juga seorang penguasa, seorang wanita yang suaminya adalah penakluk kabilah-kabilah Arab, orang kedua bagi ayahnya dalam martabat dan kedudukan, Fatimah dapat menjalani kehidupan yang mewah. Akan tetapi, meskipun dengan segala kekayaan dan kedudukan yang dimilikinya, dia bekerja, makan, berpakaian dan menjalani hidup sederhana. Dia adalah wanita pemurah, dan tidak seorang pun yang datang mengetuk gerbang pintu rumah Fatimah kembali dengan tangan hampa. Seringkali dia menyerahkan seluruh makanan yang dimilikinya sehingga dia sendiri tanpa makanan.Sebagai seorang putri, dia sangat mencintai kedua orang-tuanya, sehingga ia memenangkan cinta mereka, sehingga cinta orang tuanya sedemikian  tercurah sehingga setiap kali Fatimah datang kepada Rasulullah Saw dalam suatu majelis, Rasulullah berdiri dan datang untuk menyambutnya.Sebagai seorang istri, dia adalah seorang istri yang berbakti. Dia tidak pernah meminta sesuatu apapun kepada ‘Ali selama masa hidupnya.Sebagai seorang ibu, dia adalah ibu pengasih dalam merawat dan membesarkan anak-anaknya; anak-anaknya ini meninggalkan nama yang harum bagi semesta, sebuah nama yang tidak akan pernah terhapus dalam perjalanan sejarah umat manusia.Wafatnya Nabi Saw, sangat menyisakan duka bagi Fatimah. Kepergian ayahnya membuat dia sangat bersedih. Dia menangisi wafatnya ayahnya tersebut setiap masa.Sayangnya, setelah Rasulullah Saw wafat, pemerintah menyita tanah Fadak yang merupakan warisan Rasulullah Saw baginya dan menyerahkan kepada negara. Fatimah yang berada di balik pintu rumahnya didorong secara kasar oleh orang-orang yang datang ke kediaman ‘Ali untuk memintanya menerima kekhalifahan Abu Bakar, sehingga bayi yang berada dalam kandungannya terluka akan tetapi bayi yang bernama Muhsin itu masih dapat lahir. Rumahnya, dibakar oleh pemerintah yang berkuasa ketika itu.Peristiwa wafatnya Rasulullah Saw dan keburukan yang dilakukan oleh para pengikut ayahnya sangat berat bagi seorang wanita perasa, baik dan anggun seperti Fatimah. Dia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 14 Jumadil ‘Ula 11 H, tepatnya tujuh puluh lima hari setelah wafatnya Rasulullah Saw.Fatimah meninggal pada masa-masa utama hidupnya ketika ia berusia delapan belas tahun, dan dikebumikan di Jannatul Baqi Madinah. 

Penggalan Khutbah Fatimah  Athar:

Allah telah menjadikan iman jalan untuk mensucikan diri dari syirik; menjadikan shalat untuk menjaga seseorang dari kejahilan;  memerintahkan membayar zakat untuk mensucikan harta dan menambah rizki;  memerintahkan puasa untuk menguatkan kebaktian suci kepada Allah Swt; memerintahkan menunaikan ibadah haji untuk mengangkat agama; memerintahkan berbuat adil untuk menyelaraskan hati; dan memerintahkan ketaatan kepada kami Ahlulbait untuk menata masyarakat Islam. Imâmah kami sebagai sebuah amanah untuk menghindari perpecahan; memerintahkan perang suci (jihad) untuk menghormati Islam dan menghinakan kaum kuffar dan munafik; memerintahkan untuk beramar ma’ruf; melarang kemungkaran untuk menciptakan maslahat di tengah masyarakat secara umum; berbuat baik kepada orang tua sebagai tameng dari kemurkaan Allah; menguatkan tali silaturahmi dengan kerabat untuk memperpanjang hidup;…melarang meminum minuman keras untuk menjaga dari najis; dan Allah telah melarang kemusyrikan untuk kemurnian ibadah uluhiyyah, sehingga Dia bersabda “Bertaqwalah kepada Allah, janganlah engkau mati kecuali dalam keadaan berserah diri.” (Qs. Ali Imran [3]:102) (Kutipan dari pidato panjang Sayyidah Fatimah yang disampaikan di Masjid Nabi dalam membela haknya). 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: