Memetik Kisah Teladan dari Kehidupan Imam Ali [3]

1.jpg

3. Tidur Ternyenyak 

Ketika para penyembah berhala Makkah mendapatkan bahwa Nabi Muhammad Saw mendakwahkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran mereka, menyembah berhala. Mereka menjadi  sangat gusar. Mereka memutuskan untuk membunuhnya.Allah mengabarkan Nabi Muhammad Saw ihwal rencana keji mereka dan memerintahkan Nabi Saw untuk pindah dengan kaum Muslimin ke Madinah. Kepindahan sang Nabi Saw disebut Hijrah.Pada malam hari Nabi Muhammad Saw meninggalkan kota Makkah untuk hijrah ke Kota Madinah. 40 orang dari suku yang berbeda telah mengepung kediaman beliau untuk membunuhnya. Nabi Saw meminta kesediaan Imam ‘Ali As untuk tidur di pembaringan beliau sehingga para penyembah berhala tersebut menyangka yang tidur di situ adalah Nabi Saw. Imam dengan senang hati menjalankan tugas ini, karena dia tahu bahwa jiwa Nabi Saw akan terselamatkan dengan tugas ini. Kenyataannya, Imam ‘Ali al-Murtada As senantiasa berkata kemudian bahwa tidur yang terbaik yang pernah dia alami adalah tidur pada malam itu.Allah berkata kepada Jibrail As dan Mikail As bahwa salah seorang dari mereka tidak akan hidup lebih lama – Allah Swt meminta para malaikat apakah salah seorang dari mereka bersedia untuk menjadikan yang lainnya hidup sementara dia yang harus pergi. Mereka berdua menjawab bahwa mereka berdua memilih hidup lebih lama sehingga mereka dapat menyembah Allah Swt.Allah Swt mengabarkan kepada mereka, “Di bumi sana, pada malam hari ini, seorang saudara merelakan hidupnya demi keselamatan saudaranya. Turunlah, dan selamatkan dia.” Kedua malaikat tersebut turun ke bumi tepatnya ke kediaman Nabi Saw dan menjaga Imam ‘Ali semalam suntuk.Pada subuh harinya, para pembunuh menorobos masuk ke kediaman Nabi Saw dan menarik selimutnya. Mereka terkejut mendapatkan Imam ‘Ali di sana, lalu mereka meninggalkan tempat itu dalam keadaan dongkol dan marah.  Allah mencintai perbuatan luhur Imam ‘Ali sedemikian sehingga Dia menurunkan sebuah ayat: 

وَ مِِنْ الناسٍ مَنْ يَشْتَري نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْ ضَاتِ اللهِ  وَاللهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Dan di antara manusia yang mengorbankan jiwa mereka untuk mencari keridaan Allah; dan Allah Mahasantun kepada hamba-hamba-Nya (Qs. al-Baqarah [2]:207).  

Sumber Rujukan: Al-Qundusi, Yanabi al-Mawadda, hal. 274 

Mutiara Hadis dari Imam ‘Ali al-Murtada As: 

Janganlah kalian melihat siapa yang berkata, tapi dengarkan apa yang dia ucapkan.  Ghurar al-Hikam, bab  85, hadits 40.

 Milad Agung Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As 13 Rajab 1428 H/27 Juli 2007 M semoga menjadi hari bahagia bagi Anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: