Memetik Kisah Teladan dari Kehidupan Imam Musa Kazhim [3]

3.jpg

Perdana Menteri 

Imam Ketujuh kita, Imam Musa al-Kazim As, memberikan dorongan kepada sahabat-sahabatnya yang cakap dan mampu untuk ikut serta dalam pemerintahan. Dengan cara demikian, mereka akan dapat membantu Syi’ah dengan diam-diam, yang banyak menghadapi kesulitan pada masa itu. Salah seorang pengikut Imam Musa al-Kazim As yang bernama Ali bin Yaqtin menjadi seorang yang sangat berpengaruh pada istana Khalifah Harun al-Rasyid. Ali bin Yaqtin menjabat sebagai perdana menteri Khalifah Harun al-Rasyid.Ali biasa menggunakan kekuasaannya untuk membantu Syi’ah dan Imam Musa al-Kazim As manakala ia mampu. Harun al-Rasyid tidak mengetahui perihal ini, kalau tidak ia tentunya akan sangat murka dan boleh jadi akan membunuh Ali bin Yaqtin.Suatu hari, khalifah menerima sebuah jubah yang sangat mahal dan ia memberikannya kepada perdana menterinya, Ali bin Yaqtin sebagai hadiah. Ali mengirim jubah tersebut kepada Imam Musa al-Kazim As sebagai hadiah lantaran jubah itu sangat indah dan menarik. Namun kemudian, salah seorang budak Ali bin Yaqtin tidak sepakat dengannya dan berpikir untuk menjerembabkan Ali bin Yaqtin ke dalam masalah. Lalu ia pergi menghadap ke khalifah dan melaporkan bahwa Ali bin Yaqtin merupakan pengikut Imam Musa al-Kazim. Ketika Harun meminta sejumlah bukti, budak tersebut berkata bahwa ia sendiri memberikan hadiah yang mahal itu kepada Imam Musa al-Kazim hadiah yang diberikan oleh khalifah kepada Ali bin Yaqtin.Harun sangat gusar mendengarkan laporan budak tersebut. Ia kemudian dengan segera memanggil Ali bin Yaqtin dan bertanya kepadanya mengapa ia tidak menggunakan jubah pemberiannya itu.Ali bin Yaqtin menjawab bahwa ia tidak mengenakannya lantaran ia tidak ingin jubah mahal itu ternodai kotoran, oleh karena itu ia membungkusnya dengan rapi dan menyimpannya pada sebuah kotak di rumahnya. Harun menuntut untuk melihatnya dan Ali bin Yaqtin mengutus seseorang untuk mengambilnya di kediamannya. Ketika Harun melihat jubah tersebut, murkanya kepada Ali bin Yaqtin sirna. Ia puas menyaksikan bahwa perdana menterinya ini merupakan orang yang setia kepadanya. Budak yang licin itu, tentu saja, mendapatkan hukuman dan deraan yang keras dari khalifah.

 Sumber Rujukan:Jawadi, Nuqasy-e Ismat, hal. 475. 

Mutiara Hadis dari Imam Musa al-Kazim As: 

“Allah Swt telah melarang surga dari orang-orang yang menggunakan bahasa kotor dan kasar. Orang yang menggunakan bahasa kotor dan kasar adalah orang yang tidak peduli atas apa yang dikatakannya atau apa yang dikatakan oleh orang lain terhadapnya.” Tuhaful Uqul, hal. 394.

 Kami ucapkan belasungkawa kepada Anda pecinta kebebasan atas datangnya hari syahadah, Imam Musa al-Kazhim As, 25 Rajab 1428 H.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: