Memetik Kisah Teladan dari Kehidupan Imam Sajjad [3]

5.jpg

Zabur Keluarga Nabi

Setelah tragedi pilu Karbala, Imam Keempat kita, Imam ‘Ali Zainal ‘Abidin As, kembali ke Madinah setelah menghabiskan masa setahun dalam penjara Yazid di Damaskus.

Di Madinah, Imam Sajjad As secara ketat diawasi oleh orang-orang Yazid, yang ingin mencari tahu kalau-kalau Imam Sajjad As memulai kegiatan yang merongrong pemerintahan Yazid.

Imam Ali Zainal Abidin As bertugas untuk mengajarkan dan membimbing kaum Muslimin, dan ia melakukannya dengan berbagai cara.

Imam Sajjad As dikenal oleh para ulama sebagai seorang yang ahli dalam bidang hadits Nabi Muhamamd Saw. Banyak ulama datang ke hadiratnya untuk menuntut ilmu darinya.

Salah satu jalan yang ditempuh oleh Imam untuk membimbing umat adalah melalui jalan doa dan munajat kepada Allah Swt. Ia membaca doa dan umat akan ikut serta  bersamanya berdoa. Pada saat yang sama umat dapat belajar banyak tentang Islam berkat doa-doa yang memuat  banyak pesan dan ajaran itu.

Sebagai hasilnya, hari ini kita memiliki kumpulan doa dalam sebuah buku yang disebut sebagai, “as-Sahifah al-Kamilah al-Sajjadiyah.” Imam Ali Zainal Abidin As dikenal sebagai as-Sajjad. Kitab doa ini juga dikenal sebagai Zabur Ahlul Bait As.”

Salah satu doa yang terkenal dari kitab doa ini adalah Makarimul Akhlaq.

Dalam satu bait doanya, Imam Sajjad As bersenandung:

Allahummah (Ya Allah)!

Sampaikan salawat dan salam ke atas Muhamamad dan keluarganya yang kudus,

Janganlah Engkau angkat aku satu derajat pun di hadapan manusia,

Tanpa Engkau turunkan aku juga semisal dengan itu dalam diriku,

Dan jangan Engkau datangkan kepadaku kemegahan lahir

Tanpa Engkau berikan kerendahan batin dalam diriku

Demikianlah doa yang dilantunkan oleh Imam kita yang mulia.

Sumber Rujukan:

Sahifah as-Sajjadiyah, Doa No. 20, Makarimul Akhlaq

Imam Ali Zainal Abidin As bersabda:

(Setelah menguraikan panjang lebar tentang apa saja yang dilakukan oleh seorang ibu untuk anaknya, ia berkata), “Ibu memikul sarat beban untukmu, maka, engkau harus berupaya keras untuk berterima kasih kepadanya dan membuatnya rida.”

  Tuhaful Uqul, hal. 263.

Milad agung Imam Sajjad, 5 Sya’ban 1428 H/19 Agustus 2007 semoga menjadi hari bahagia buat Anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: